Perang Rusia Ukraina Minggir, Nuklir Beneran Ada di Dekat RI

Kapal selam diesel kelas Scorpene

Nuklir benar-benar akan berada di dekat RI. Ini terkait aktivitas terbaru tetangga dekat Australia.

Canberra dilaporkan telah membeli lima kapal selam nuklir Amerika Serikat (AS). Dua akan hadir 2030 sisanya kemungkinan setelahnya.

Dilaporkan AFP pengumuman datang Senin di sebuah acara di pangkalan angkatan laut San Diego, California, AS. Presiden AS Joe Biden disebut menjamu Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese dan Perdana Menteri (PM) Inggris Rishi Sunak.

“Dengan kapal selam nuklir kelas Virginia … Amerika menjaga stabilitas di Indo-Pasifik selama beberapa dekade dan bahwa aliansi kapal selam akan mendukung prospek perdamaian selama beberapa dekade mendatang,” kata Biden dalam kesempatan itu, dikutip Selasa (14/3/2023).

Australia sendiri mendapat kapal selam nuklir setelah bergabung dengan aliansi AS-Inggris, AUKUS. Ini merupakan aliansi untuk membendung China di Asia Pasifik.

Kapal selam akan dilengkapi dengan rudal jelajah yang dapat menyerang musuh dari jarak jauh. Ada pula sistem pencegah lawan.

Albanese mengatakan kesepakatan itu merupakan investasi tunggal terbesar dalam kemampuan pertahanan Australia “sepanjang sejarah”. Pasalnya Negeri Kanguru juga akan membangun model baru kapal selam dengan teknologi AS dan Inggris.

Albanese, meramalkan bahwa dampak ekonomi yang lebih luas akan di dapat negara itu. Bahkan lebih besar dari saat dimulainya industri otomotif di negara itu setelah Perang Dunia II (PD2).

Pemerintah Australia memperkirakan proyek multi-dekade itu akan menelan biaya hampir US$40 miliar dalam 10 tahun pertama. Sekitar 20.000 pekerjaan diyakini bakal tercipta.

“Australia sekarang adalah negara kedua, setelah Inggris, yang diberikan akses ke rahasia nuklir angkatan laut AS,” kutip AFP memuat pernyataan Albanese lagi.

“Kita terikat, di atas segalanya, oleh dunia … di mana perdamaian dan stabilitas serta keamanan memastikan kemakmuran yang lebih besar,” katanya.

Kecaman China

Sementara itu, China memperingatkan bahwa AUKUS berisiko memicu perlombaan senjata. Beijing menuduh ketiga negara tersebut menghentikan upaya nonproliferasi nuklir.

“Kami mendesak AS, Inggris, dan Australia untuk meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan permainan zero-sum, menghormati kewajiban internasional dengan itikad baik, dan melakukan lebih banyak hal yang kondusif bagi perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning.

Pekan lalu, Presiden China Xi Jinping, juga membuat pernyataan berapi-api. Ia menuduh AS memimpin upaya Barat dalam “penahanan, pengepungan, dan penindasan menyeluruh terhadap China”.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*