Beban Puncak Listrik Lebaran Tahun Ini Justru Turun Drastis

Petugas PLN melakukan perawatan menara listrik di kawasan Gardu Induk Karet Lama, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

PT PLN (Persero) mengungkapkan bahwa beban puncak listrik pada perayaan hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah atau lebaran ini dipastikan turun dari pasokan persediaan listrik yang dipersiapkan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa beban puncak listrik saat lebaran akan turun drastis. Dia mengatakan dari total beban puncak listrik lebaran yang terhitung rata-rata mencapai 44 Giga Watt (GW), pada tahun ini, beban puncak listrik pada lebaran tahun ini turun drastis menjadi 29 GW.

“Laporan lapangan bahwa beban puncak yang biasanya 44 GW, pada saat mudik lebaran nanti akan turun menjadi 29 GW,” ujarnya saat Apel Siaga PLN Kelistrikan Idul Fitri 1444 H, Rabu (5/4/2023).

Selain itu, Darmawan juga mengatakan bahwa ketersediaan pasokan listrik yang disiapkan untuk lebaran tahun ini adalah sebesar 46,26 GW. Sehingga dia menilai bahwa pasokan listrik dengan beban puncak selama lebaran dalam kondisi yang aman.

“Sedangkan daya mampu pasok PLN adalah 46,26 GW artinya apa, artinya dalam menghadapi lebaran kali ini bahwa pasokan tenaga listrik jauh dari beban puncak sehingga kondisi aman,” tambahnya.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa dalam mempersiapkan ketersediaan listrik selama lebaran 1444 H, Darmawan klaim pihaknya sudah mempelajari dalam beberapa tahun terkahir. Sehingga persiapan yang dilakukan untuk tahun ini dinilai lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yakni persiapan dalam 2 bulan.

Darmawan menjelaskan kesiapan dilakukan pada pembangkit listrik, baik yang berasal dari batu bara, gas, dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Kami cek kesiapan pertama adalah bagaimana kondisi energi primer di pembangkit-pembangkit kita baik itu batu bara, gas, BBM, dan dalam proses itu, baik kondisi pasokan maupun batu bara kita jauh lebih aman dibanding saat kita hadapi Natal Tahun Baru 2022,” jelasnya.

Selain itu, dia juga memastikan bahwa selama lebaran tidak akan ada downtime atau listrik mati. Darmawan mengatakan perawatan dan perbaikan pembangkit terus dilakukan agar memasok listrik yang aman selama lebaran.

“Kesiapan pembangkit kita juga semua sudah siap kita lakukan maintenance jauh-jauh hari sebelum ramadan dan lebaran. Sehingga dalam menghadapi ramadan dan lebaran ini, semua maintenance pembangkit kita semua sudah dilaksanakan sehingga tidak ada downtime,” tegasnya.

Adapun, PLN juga mempersiapkan petugas listrik lebih dari 80 ribu personel yang akan bekerja selama 24 jam dalam melayani pelanggannya.

“Selama periode siaga ini, PLN siapkan ada lebih dari 80 ribu personil atau petugas lapangan terdiri dari 20 ribu sekian personil PLN, lebih dari 61 ribu petugas lapangan yang akan stand by 24 jam menjaga keandalan listrik. Kami sebar di 2300 posko siaga PLN di seluruh penjuru tanah air,” tandasnya.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*